Dunia otomotif di Sumatera Utara kini tengah mengalami lonjakan antusiasme yang luar biasa, khususnya dalam disiplin balap yang mengutamakan estetika kontrol dan kecepatan, yaitu drifting. Menyadari potensi besar para pembalap lokal, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara mengambil langkah besar dengan mendatangkan kurikulum dan metode pelatihan yang Belajar dari Master Jepang. Sebagai negara kelahiran olahraga drifting, Jepang memiliki standar teknis yang sangat tinggi, di mana kemampuan mengendalikan mobil dalam kondisi kehilangan traksi bukan sekadar aksi pamer, melainkan sebuah sains terukur yang membutuhkan presisi tingkat tinggi.
Penerapan teknik Jepang dalam pelatihan di Sumatera Utara ini memfokuskan pada pemahaman mendalam mengenai perpindahan bobot kendaraan atau weight transfer. Para pembalap di Sumut kini tidak hanya diajarkan cara menarik rem tangan untuk memulai seluncuran, tetapi juga bagaimana menggunakan pedal gas dan koordinasi setir untuk menjaga sudut kemiringan mobil secara konstan. Di Jepang, seorang drifter profesional harus mampu mengulangi sudut dan jalur yang sama berkali-kali dengan akurasi sentimeter. Kemampuan ini sangat krusial dalam format pertandingan tandem battle, di mana dua mobil harus melaju berdampingan dalam jarak yang sangat rapat tanpa terjadi benturan fatal.
Dalam materi drifting yang baru ini, aspek mekanika kendaraan juga menjadi sorotan utama. Para pembalap diajarkan cara melakukan set-up suspensi dan sudut alignment roda depan yang ekstrem agar mobil lebih mudah dikendalikan saat berada dalam posisi miring. IMI Sumut menekankan bahwa mobil drift yang baik bukanlah mobil yang liar, melainkan mobil yang patuh pada input pengemudi. Dengan bimbingan standar internasional, para atlet lokal mulai beralih dari gaya berkendara yang kasar menjadi lebih halus dan sistematis. Hal ini tidak hanya meningkatkan poin penilaian dari sisi visual, tetapi juga menjaga keawetan komponen mesin dan ban selama kompetisi berlangsung.
Langkah IMI Sumut untuk mencetak atlet profesional juga melibatkan simulasi penjurian dengan standar global. Setiap sesi latihan dievaluasi berdasarkan tiga kriteria utama: line (jalur), angle (sudut), dan style (gaya). Dengan adanya standar yang jelas, para pembalap muda di Sumatera Utara memiliki target yang terukur untuk meningkatkan level kemampuan mereka. Selain itu, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi, di mana setiap mobil wajib dilengkapi dengan roll cage dan sistem pemadam api yang sesuai regulasi internasional. Kedisiplinan ini diadopsi untuk memastikan bahwa perkembangan hobi otomotif ini berjalan beriringan dengan standar keamanan yang tidak bisa ditawar.
