Penyelenggaraan ajang balap internasional berskala besar seperti World Rally Championship (WRC) selalu meninggalkan jejak yang mendalam bagi daerah tuan rumah. Sumatera Utara, khususnya wilayah sekitar Medan dan Deli Serdang, baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia otomotif internasional. Melalui sebuah tinjauan mendalam, IMI Sumut melakukan evaluasi pasca-acara untuk memetakan bagaimana perhelatan tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sesaat selama perlombaan berlangsung, melainkan menciptakan multiplier effect yang luas bagi berbagai sektor kehidupan warga di Sumatera Utara.
Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan perhotelan adalah pihak pertama yang merasakan lonjakan pendapatan secara signifikan. Selama gelaran tersebut, ribuan wisatawan domestik dan mancanegara membanjiri Kota Medan. Tingkat hunian hotel mencapai puncaknya, yang kemudian memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan serapan tenaga kerja harian dan omzet jasa katering. IMI Sumut mencatat bahwa keterlibatan warga dalam menyediakan akomodasi alternatif seperti homestay di sekitar rute lintasan reli juga menjadi sumber pendapatan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Hal ini membuktikan bahwa acara olahraga internasional mampu mendistribusikan kekayaan hingga ke lapisan masyarakat di pedesaan.
Selain sektor jasa formal, sektor UMKM di wilayah Medan dan sekitarnya juga mengalami masa keemasan selama event besar tersebut berlangsung. Penjualan produk kerajinan tangan khas Sumatera Utara, kuliner lokal, hingga cendera mata bertema otomotif meningkat drastis. Para pedagang kecil yang berada di area menonton atau di sekitar garis start dan finish melaporkan kenaikan pendapatan harian yang berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Bagi warga Medan, keberadaan ajang internasional ini menjadi ajang promosi gratis bagi produk lokal mereka ke kancah global melalui liputan media internasional dan unggahan para pengunjung di media sosial.
Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada keuntungan finansial jangka pendek. IMI Sumut dalam laporannya menekankan bahwa investasi infrastruktur yang dilakukan untuk mendukung reli tersebut adalah keuntungan jangka panjang. Perbaikan jalan-jalan di daerah pinggiran yang menjadi rute perlombaan kini mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam mendistribusikan hasil pertanian. Jalan yang lebih mulus pasca event besar tersebut telah menurunkan biaya logistik bagi petani lokal, yang secara tidak langsung meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Inilah esensi dari pembangunan berbasis olahraga yang ingin dicapai oleh pemerintah dan organisasi otomotif secara bersamaan.
