IMI SUMATERA UTARA Berita Edukasi Pemilihan Oli yang Tepat Lewat Simulator Suhu IMI Sumut

Edukasi Pemilihan Oli yang Tepat Lewat Simulator Suhu IMI Sumut

Dalam dunia otomotif, pelumas atau oli sering kali disebut sebagai darah bagi mesin. Tanpa pelumasan yang optimal, komponen internal mesin yang saling bergesekan dalam kecepatan tinggi akan mengalami kerusakan permanen akibat panas berlebih. Di wilayah Sumatera Utara, di mana kondisi jalanan bisa sangat bervariasi mulai dari kemacetan kota Medan yang panas hingga jalur pendakian menuju Danau Toba yang dingin, IMI Sumut mengambil langkah inovatif. Mereka menghadirkan sebuah sistem edukasi mengenai pentingnya pemilihan oli melalui penggunaan simulator suhu yang mampu memvisualisasikan bagaimana cairan pelumas bekerja di berbagai kondisi ekstrem.

Pelajaran pertama yang ditekankan dalam simulasi ini adalah mengenai tingkat viskositas atau kekentalan oli. Banyak pengendara yang masih terjebak pada mitos bahwa semakin kental sebuah oli, maka semakin baik perlindungannya. Melalui simulator suhu ini, IMI Sumut membuktikan bahwa pemilihan pelumas harus disesuaikan dengan teknologi mesin kendaraan masing-masing. Mesin modern dengan celah antar-komponen yang sangat rapat membutuhkan oli yang lebih encer agar dapat mengalir dengan cepat ke seluruh bagian mesin sejak detik pertama dinyalakan. Sebaliknya, penggunaan oli yang terlalu kental pada mesin modern justru akan menghambat sirkulasi dan menyebabkan beban kerja mesin menjadi lebih berat.

Simulator ini bekerja dengan cara memanaskan berbagai jenis sampel oli hingga mencapai suhu operasional mesin yang sesungguhnya, yaitu sekitar 90 hingga 110 derajat Celsius. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana oli yang berkualitas rendah akan mengalami penguapan lebih cepat atau kehilangan daya lumasnya saat terpapar panas tinggi. Dalam konteks pemilihan yang cerdas, peserta diajarkan untuk memahami kode SAE (Society of Automotive Engineers) yang tertera pada kemasan. Angka-angka tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan indikator kemampuan oli untuk tetap stabil baik di suhu dingin saat mesin baru menyala maupun saat mesin dipacu pada kecepatan tinggi di tengah terik matahari.

Selain faktor viskositas, aspek kimia seperti penggunaan zat aditif juga menjadi materi edukasi yang mendalam. IMI Sumut melalui simulasi ini menunjukkan bagaimana aditif pembersih bekerja untuk mencegah penumpukan kerak di dalam ruang mesin. Pemilihan pelumas yang tepat akan membantu menjaga kebersihan mesin, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada efisiensi bahan bakar. Oli yang sudah terkontaminasi oleh endapan karbon akan berubah menjadi lumpur (sludge) yang berbahaya. Dengan simulator ini, anggota komunitas otomotif di Sumatera Utara bisa melihat simulasi kerusakan yang terjadi jika mereka terlambat mengganti oli atau menggunakan oli palsu yang tidak memiliki perlindungan aditif yang standar.