Menempuh medan jalan dengan permukaan tidak rata seperti kerikil lepas memerlukan pengaturan suspensi yang sangat spesifik untuk menjaga traksi tetap maksimal. Setelan rebound peredam menjadi fokus utama riset IMI guna memahami bagaimana dinamika kendaraan dapat dioptimalkan dalam kondisi yang tidak menentu. Peredam kejut yang diatur secara tepat akan sangat membantu pengendara dalam mempertahankan stabilitas dan kenyamanan saat melintasi jalur yang penuh dengan bebatuan kecil maupun kerikil.
Pada jalan berbatu, roda cenderung kehilangan kontak dengan permukaan tanah akibat guncangan yang konstan. Jika pengaturan rebound terlalu lambat, ban tidak akan memiliki cukup waktu untuk menyentuh tanah kembali sebelum guncangan berikutnya terjadi, sehingga mengakibatkan hilangnya kendali. Sebaliknya, jika terlalu cepat, kendaraan akan terasa sangat membal dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pengaturan peredam yang presisi harus disesuaikan dengan kecepatan rata-rata saat melintasi medan tersebut. Data dari penelitian IMI menunjukkan bahwa keseimbangan antara kompresi dan rebound adalah kunci utama dalam meredam energi kinetik yang dihasilkan oleh permukaan jalan berbatu.
Selain aspek teknis suspensi, penggunaan ban dengan profil kembangan yang tepat juga sangat mendukung efektivitas kerja suspensi. Dalam kondisi jalan berbatu, ban harus mampu mencengkeram permukaan dengan efektif tanpa terganggu oleh kerikil yang terlempar. IMI telah melakukan berbagai simulasi untuk menentukan tekanan angin yang ideal guna membantu kinerja suspensi secara keseluruhan. Dengan sinergi antara suspensi dan ban yang optimal, pengendara akan merasakan peningkatan performa kendaraan yang signifikan, terutama saat harus bermanuver di jalanan yang menantang dan berisiko tinggi.
Riset ini menegaskan bahwa setiap komponen kendaraan bekerja secara sistemik. Keberhasilan dalam melakukan optimalisasi pengaturan pada peredam kejut bukan hanya tentang kenyamanan, melainkan tentang keselamatan berkendara di medan ekstrem. IMI terus mendorong para penggiat otomotif untuk lebih memahami fungsi teknis dari setiap komponen suspensi yang mereka miliki. Dengan adanya panduan hasil riset ini, para pengendara diharapkan dapat melakukan penyesuaian yang mandiri dan akurat sesuai dengan kebutuhan medan yang akan ditempuh. Langkah ini merupakan wujud kontribusi IMI dalam meningkatkan pengetahuan teknis masyarakat mengenai peredam kejut, memastikan setiap perjalanan, baik itu petualangan off-road maupun penggunaan sehari-hari di daerah pedesaan, dapat dilakukan dengan tingkat keamanan yang tinggi, performa yang stabil, serta pengalaman berkendara yang jauh lebih menyenangkan dan aman di bawah kondisi jalan berbatu yang kerap menjadi tantangan bagi para pengguna kendaraan roda empat di seluruh Indonesia.
