Dalam dunia balap motor maupun mobil, kecepatan adalah elemen yang dicari, namun keselamatan adalah fondasi yang tidak boleh ditawar. Sumatera Utara, sebagai salah satu gudang atlet balap berbakat di Indonesia, terus berupaya meningkatkan standar keamanan di setiap ajang kompetisi. Melalui program terbarunya, IMI Sumut Edukasi para atlet dan penghobi otomotif mengenai perlunya menggunakan perangkat pelindung diri yang memiliki sertifikasi internasional. Banyak pembalap pemula yang masih terjebak pada pemikiran bahwa semua pelindung kepala memiliki fungsi yang sama, padahal perbedaan spesifikasi teknis dapat menjadi penentu antara keselamatan jiwa dan cedera fatal saat terjadi insiden di lintasan.
Fokus utama dari sosialisasi ini adalah menekankan tentang Pentingnya Helm Standar FIA (Fédération Internationale de l’Automobile) dalam ajang balap profesional. Standar FIA bukan sekadar label, melainkan sebuah jaminan bahwa pelindung tersebut telah melewati serangkaian uji coba ekstrem, mulai dari uji ketahanan benturan, uji penetrasi benda tajam, hingga uji ketahanan terhadap api. Di Sumatera Utara, IMI menemukan bahwa masih banyak pembalap yang menggunakan pelindung jalan raya biasa untuk kebutuhan kompetisi sirkuit. Padahal, beban g-force dan risiko benturan pada kecepatan tinggi di lintasan balap membutuhkan material komposit seperti karbon atau kevlar yang hanya ditemukan pada produk bersertifikat FIA.
Program edukasi ini juga memberikan pemahaman bahwa perangkat keamanan ini merupakan sebuah Investasi Keselamatan Paling berharga yang harus dimiliki oleh setiap individu yang terjun ke dunia otomotif. Harga sebuah pelindung kepala berkualitas memang tidak murah, namun jika dibandingkan dengan biaya pengobatan rumah sakit atau risiko kehilangan nyawa, nilai tersebut menjadi sangat kecil. IMI Sumatera Utara mendorong para tim balap untuk mengalokasikan anggaran mereka terlebih dahulu pada aspek keamanan sebelum melakukan modifikasi peningkatan performa mesin. Mesin yang cepat tidak akan ada artinya jika pengendaranya tidak terlindungi dengan standar keamanan yang mumpuni.
Kesadaran ini harus ditanamkan sebagai prinsip Utama Bagi Pembalap sejak mereka memulai karier di tingkat pemula. Pelatih dan manajer tim di Medan dan sekitarnya diajak untuk lebih selektif dalam memeriksa perlengkapan kru dan atlet mereka sebelum turun ke lintasan. Selain masalah cangkang luar, edukasi ini juga mencakup pentingnya sistem penguncian double D-ring dan masa kedaluwarsa material interior pelindung yang bisa menyusut seiring waktu. IMI juga mengingatkan bahwa setelah terjadi benturan keras, sebuah pelindung kepala harus segera diganti meskipun secara kasat mata tidak terlihat adanya kerusakan, karena struktur internalnya sudah tidak lagi mampu meredam energi benturan secara maksimal.
