Provinsi Sumatera Utara, dengan dinamika lalu lintasnya yang sangat tinggi terutama di kota Medan, menghadapi tantangan besar dalam hal ketertiban pengguna jalan. Memasuki periode baru, upaya dalam Meningkatkan Disiplin Jalanan menjadi agenda yang tidak bisa ditunda lagi demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara menyadari bahwa sebagai organisasi induk otomotif, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi para anggotanya agar menjadi pelopor keselamatan, bukan justru menjadi bagian dari masalah kemacetan atau pelanggaran di ruang publik.
Langkah nyata yang diambil dalam memperbaiki perilaku di Jalanan ini mencakup kolaborasi erat dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat. IMI Sumut meluncurkan program sertifikasi bagi klub-klub motor dan mobil yang berkomitmen penuh terhadap aturan lalu lintas. Kedisiplinan ini mencakup hal-hal mendasar seperti kepatuhan terhadap lampu merah, penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap, hingga etika saat melakukan konvoi atau touring. Melalui pengawasan internal yang ketat, setiap anggota komunitas didorong untuk saling mengingatkan agar tidak melakukan tindakan arogan yang dapat merusak citra organisasi dan membahayakan nyawa orang lain.
Pelaksanaan agenda ini menjadi Misi Utama yang akan dijalankan sepanjang tahun ini dengan melibatkan berbagai kampanye digital dan kegiatan lapangan. IMI Sumut percaya bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari perubahan pola pikir. Oleh karena itu, berbagai seminar dan workshop mengenai psikologi berkendara mulai rutin diselenggarakan. Dalam sesi tersebut, para pengendara diajarkan cara mengelola emosi di tengah kemacetan yang melelahkan. Kedisiplinan bukan lagi dianggap sebagai paksaan dari hukum, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak sesama pengguna jalan yang ingin sampai ke tujuan dengan selamat dan tanpa hambatan.
Target capaian IMI Sumut pada Tahun 2026 adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan komunitas otomotif secara signifikan. Sumatera Utara diharapkan menjadi provinsi yang ramah bagi pengendara, di mana budaya tertib menjadi identitas baru bagi warga Medan dan sekitarnya. Untuk mendukung hal ini, IMI juga mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan rambu-rambu yang lebih jelas di titik-titik rawan. Sinergi antara edukasi pengguna dan perbaikan fasilitas akan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih modern dan beradab, mencerminkan kemajuan masyarakat Sumatera Utara yang semakin cerdas dalam berkendara.
