Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara memperkenalkan serangkaian aturan ketat yang dikenal dengan istilah Stewardship lingkungan. Konsep ini menuntut setiap peserta, tim mekanik, hingga penonton untuk bertindak sebagai pelindung alam. Dalam pelaksanaannya, aturan ini mencakup manajemen limbah yang sangat ketat di area service park. Setiap tim wajib menggunakan alas kedap cairan di bawah mobil saat melakukan perbaikan untuk mencegah tumpahan oli atau cairan kimia meresap ke tanah hutan. Hal ini membuktikan bahwa hobi otomotif yang ekstrem sekalipun dapat dijalankan tanpa harus meninggalkan jejak polusi yang merusak kesuburan tanah.
Penyelenggaraan IMI Sumut Rally sering kali melintasi kawasan perkebunan dan hutan industri yang memiliki keragaman hayati tinggi. Oleh karena itu, penentuan rute balap dilakukan melalui riset mendalam agar tidak mengganggu jalur migrasi satwa atau merusak vegetasi langka. Pihak penyelenggara bekerja sama dengan ahli lingkungan untuk memastikan bahwa kebisingan yang dihasilkan oleh mobil-meli tidak memberikan dampak negatif yang permanen bagi ekosistem lokal. Kesadaran ini menciptakan standar baru dalam dunia reli nasional, di mana keberhasilan sebuah acara diukur bukan hanya dari kelancaran lomba, tetapi juga dari kebersihan hutan pasca-acara.
Selain aspek teknis, kampanye perlindungan Hutan juga melibatkan edukasi bagi para penonton yang datang dari berbagai daerah. IMI Sumut menerapkan aturan “zero waste” di sepanjang titik tontonan (spectator point). Para relawan disiagakan untuk mengawasi agar tidak ada penonton yang membuang sampah sembarangan atau menyalakan api yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Melalui pendekatan ini, komunitas otomotif menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari solusi pelestarian alam, bukan sumber kerusakan. Citra positif ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan izin penyelenggaraan balapan di masa depan.
Wilayah Sumatera Utara, khususnya di sekitar kawasan Danau Toba dan Simalungun, memiliki nilai estetika dan ekologis yang luar biasa. Inovasi dalam aturan stewardship ini juga mendorong para produsen otomotif untuk mulai memperkenalkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dalam ajang balap. Penggunaan bahan bakar dengan emisi rendah dan teknologi suku cadang yang dapat didaur ulang menjadi topik yang semakin sering didiskusikan. Dengan demikian, ajang reli di Sumatera Utara berfungsi sebagai laboratorium uji coba bagi kendaraan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
