Hyundai Palisade, sebuah SUV mewah yang mendominasi segmen kendaraan premium dengan harga mulai dari Rp 904 juta hingga Rp 1.181 juta on the road Jakarta, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Sebuah insiden viral memperlihatkan kendaraan gagah ini terjebak dan kesulitan menanjak di sebuah jalur yang cukup curam. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat spesifikasi mesin diesel turbocharger e-VGT 2.200 cc CRDi yang dimiliki oleh SUV mewah ini seharusnya lebih dari cukup untuk mengatasi medan menanjak.
Video kejadian yang menunjukkan Hyundai Palisade tersebut kesulitan mendaki tanjakan curam beredar luas di media sosial sejak hari Jumat, 17 Mei 2024. Respons publik sangat beragam, mulai dari keheranan hingga spekulasi tentang penyebabnya. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin SUV mewah sekelas Palisade bisa mengalami kendala seperti itu? Peristiwa ini tentu saja menantang persepsi umum tentang kemampuan kendaraan premium.
Investigasi awal oleh tim teknis independen yang diutus oleh Asosiasi Otomotif Indonesia (AAI) pada hari Selasa, 21 Mei 2024, pukul 14.00 WIB, di lokasi kejadian yang belum diungkapkan secara spesifik namun dikenal memiliki kemiringan ekstrem, telah dilakukan. Bapak Ir. Tony Santoso, selaku ketua tim investigasi, menyatakan bahwa beberapa faktor potensial sedang dianalisis. “Sangat jarang sport utility vehicle dengan tenaga dan torsi sebesar Palisade mengalami kesulitan demikian, kecuali ada faktor eksternal atau kombinasi beberapa kondisi,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu, 22 Mei 2024.
Analisis awal mengarah pada beberapa kemungkinan penyebab kegagalan tersebut. Pertama, kondisi traction permukaan jalan. Jika permukaan jalan licin akibat kerikil lepas, pasir, atau sisa air hujan, bahkan ban terbaik sekalipun dapat kehilangan daya cengkeramnya. Kedua, teknik mengemudi. Pengemudi mungkin tidak menggunakan mode transmisi yang tepat (misalnya tetap di D padahal tanjakan membutuhkan torque lebih seperti di gigi rendah atau mode sport/off-road), atau kurang familiar dengan hill-start assist pada kendaraan. Ketiga, meskipun jarang, faktor teknis pada kendaraan itu sendiri, seperti masalah pada sistem kontrol traksi atau transmisi, tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa meskipun kendaraan adalah SUV mewah dengan teknologi canggih, interaksi antara pengemudi, kondisi jalan, dan performa kendaraan harus selalu selaras. Untuk mencegah insiden serupa, produsen dan diler perlu lebih gencar memberikan edukasi tentang fitur kendaraan dan teknik mengemudi di berbagai medan, terutama bagi pemilik SUV mewah yang sering bepergian ke daerah pegunungan.
